Terkadang kita tidak bisa melihat sesuatu dengan mata hati yang paling dalam. Sehingga kejadian yang menimpa kita saat itu tidak bisa diambil hikmahnya. Yang ada hanyalah keluh kesah, menggerutu, berputus asa, menyalahkan oranglain, dan yang lebih buruk lagi menyalahkan Allah. Astaghfirulloh
Ketika melahirkan anak pertama, kami satu minggu di rumah sakit. Padahal waktu itu adalah detik-detik terakhir bulan ramadhan di tahun 1430H. Pengennya menghabiskan moment ramadhan dengan mengejar malam Laelatul Qodr, beritikaf di masjid atau dirumah dengan khusyu', dan mengejar targetan khatam Al Qur'an. Tapi Allah berkehendak lain. Sang buah hati yang diperkirakan lahir satu minggu setelah ied fitri, tapi ia terlahir seminggu sebelum ied fitri. Subhannalloh...
Saat itu, waktu untuk perawatan pasca persalinan di rumah sakit tempat melahirkan anak kami di beri jatah tiga hari. Tapi ternyata anak kami mempunyai penyakit kuning dengan kadar bilirubin 14,9. Keputusan dokter 'harus disinar biru selama 6x dalam waktu tiga hari'. Bayi boleh ditinggal dirumah sakit dan sang ibu boleh pulang dan menjenguk ketika tidak sedang dikotak inkubator. Sebagai orang tua baru, perasaan kami sangat sedih sekali. Menangis..menangis..dan menangis, untuk membuat keputusan apakah memberi izin agar pihak rumah sakit menahan dan merawat anakkku kembali.
Akhirnya setelah dipertanyakan lebih dalam efek dari penyakit kuning yang kadar bilirubinnya tidak diturunkan. Maka kami melepaskan anak kami untuk disinar dan kami tetap membersamainya hingga ia selesai diinkubator.
Kata dokter, kadar bilirubin tinggi setelah bayi lahir dikarenakan waktu mengandung, kadar gula sang ibu kurang. Ya kalau berlebihan tidak baik, dan kalau kurangpun tidak baik. Disisi lain, beberapa jam setelah dilahirkan sang bayi kurang cairan, (ASI yang kurang lancar disaat pertama melahirkan, membuatku bersikukuh untuk tetap memberinya ASI eksklusif, padahal Sang Bayi membutuhkan cairan banyak, dan pihak rumah sakit bersedia memberikan susu formula, tapi aku menolaknya) dan tidak dijemur. Maka hal inilah yang mengakibatkan bilirubin tinggi. Dan bila tidak diturunkan (bantuan awal) cara disinari biru, maka dapat mengakibatkan keterbelakangan mental.
Detik-detik menjelang bayi kami di inkubator, masih sempat disusui, ketika petugas datang, ia tersenyum manis kepadaku, seakan mau berkata 'Ummi, jangan khawatir, aku akan kembali kepangkuan ummi'. Oh Robbi....
Ia ditutup matanya, menggunakan kain putih untuk menghindari sinar biru. Ia ditelanjangi, hanya menggunakan pampers. Ia tertidur lelap dalam posisi miring. Ya Rahman, itukah anakku di kotak inkubator bersinar biru? ia berjuang sendiri disaat usianya baru tiga hari??!!
Satu minggu, kami beritikaf di rumah sakit. Satu minggu tali pusarnya puput di rumah sakit. Satu minggu pula kami belajar mengganti popok dan bercanda dengannya dirumah sakit. Satu minggu pertama sebagai orang tua baru, kami habiskan di rumah sakit di saat menjelang ied fitri.
Kalau mengenang, 'itikaf dirumah sakit', sungguh menjadi moment berharga sebagai orang tua baru. Bersyukur adalah jawaban selanjutnya.
Alhamdulillah kini ia telah sehat kembali. Pertambahan BB dan panjangnya, alhamdulillah dalam taraf bayi dengan gizi baik. Kini, Ia selalu tersenyum manis ketika bercanda. dan ketika tertidur. Bahkan ketika aku merasa kesal dengan ulahnya yang tidak mau berhenti bermain di tengah malam, ia tetap tersenyum manis kepadaku. Seakan mau berkata..'Ummi, aku masih ingin bermain. Ummi yang sabar ya..'
Aku sungguh tidak sanggup menatap matanya yang merajuk ketika permintaaannya tidak dipenuhi. Ketika hanya diam dan kesal yang aku berikan. Tapi ia tetap menatapku, dan memberikan senyumnya kepadaku. Ya Allah, subhanalloh...
Kini, ia telah tertidur lelap kembali karena semalam ia bergadang sendiri...
Oh anakku, anakku.. maafkan kami ya, belum bisa menjadi orang tua yang baik bagimu...
Oh anakku, semoga senyum ikhlasmu senantiasa menghiasi wajahmu...
Oh anakku, jadilah engkau seorang yang ikhlas, seorang yang pemberani, seorang yang tahan uji...
Oh anakku, ummi sayang kepadamu...
Oh anakku, abi sayang kepadamu..
Ya Rahman, sayangilah anak kami, berkahilah ia, lindungilah ia dari syetan, limpahkan lah taufikMU agar ia tunduk dan taat kepadaMU, dan karuniakanlah kami bakti anak-anak kami. amin
Sumber gambar : problemamuslim.wordpress.com